Dari Dapur Tahu ke Dapur Bersih: Cerita IKM Nur Hadi yang Kini Lebih Higienis Berkat Bantuan Keramik
“Sekarang dapur saya terlihat bersih dan terang, seperti pabrik besar,” ucap Nur Hadi, seorang pelaku industri kecil menengah (IKM) pembuat tahu di Kabupaten Jembrana.
Dulu, lantai dapurnya masih berupa semen kasar. Setiap kali memproduksi tahu, sisa air dan kedelai sering kali membuat lantai licin dan sulit dibersihkan. Namun sejak mendapat bantuan keramik dari program Dapur Bersih Kementerian Perindustrian (Kemenperin), suasana produksinya berubah total. Kini ia bisa menjaga kebersihan lebih mudah, dan produknya pun terlihat lebih meyakinkan bagi pembeli.
Cerita seperti yang dialami Nur Hadi bukanlah satu-satunya. Banyak IKM pangan di berbagai daerah kini merasakan manfaat yang sama melalui program Dapur Bersih ini.
Dorong Program Dapur Bersih, 10.000 Meter Persegi Keramik Disalurkan untuk IKM
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas dan kebersihan tempat usaha, Kemenperin bersama PT Arwana Citramulia Tbk menyalurkan 10.000 meter persegi keramik untuk para pelaku IKM pangan di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Jembrana, Bali.
Program ini bertujuan membantu IKM pangan memiliki dapur produksi yang bersih, higienis, dan sesuai standar industri, terutama untuk mendukung sertifikasi SPP-IRT (Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga) serta penerapan prinsip Good Manufacturing Practices (GMP).
Sinergi Pemerintah dan Dunia Industri
Bantuan ini berawal dari program CSR PT Arwana Citramulia Tbk, yang disalurkan melalui Kemenperin. Melalui kerja sama ini, pemerintah dan dunia industri membuktikan bahwa kolaborasi yang baik dapat memberikan dampak langsung kepada pelaku usaha kecil di daerah.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menyebut bahwa program Dapur Bersih adalah salah satu bentuk nyata dukungan untuk mendorong IKM pangan naik kelas. Dengan dapur produksi yang lebih layak, IKM bisa lebih mudah menjaga kebersihan, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya saing produknya.
Jalur Mendapatkan Bantuan Keramik Program Dapur Bersih
Bantuan keramik ini tidak diberikan secara acak, melainkan melalui proses yang terstruktur dan terkoordinasi agar tepat sasaran. Berikut tahapan atau jalur mendapatkan bantuan tersebut:
- CSR dari PT Arwana Citramulia Tbk kepada Kemenperin Program dimulai dari kegiatan CSR PT Arwana yang menyerahkan bantuan keramik kepada Kemenperin untuk disalurkan kepada IKM.
- Kemenperin berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota Kemenperin menyampaikan informasi program kepada daerah untuk menjaring IKM yang berminat dan memenuhi syarat.
- Syarat utama penerima bantuan Hanya IKM pengolahan pangan yang memiliki dapur produksi aktif yang bisa menerima bantuan ini.
- Pendataan oleh pemerintah daerah Dinas perindustrian kabupaten/kota melakukan kunjungan langsung ke IKM untuk memastikan kelayakan dan kesesuaian penerima.
- Pengiriman data ke Kemenperin Data hasil verifikasi kemudian dikirimkan oleh pemerintah daerah ke Kemenperin.
- Proses persetujuan oleh Kemenperin Kementerian meninjau dan menyetujui daftar IKM penerima sesuai kriteria yang ditetapkan.
- Penyaluran bantuan Setelah disetujui, keramik diserahkan kepada pemerintah daerah untuk didistribusikan ke IKM penerima, biasanya didampingi oleh perwakilan Kemenperin.
Dampak Nyata bagi IKM Daerah
Dengan lantai keramik yang bersih dan mudah dibersihkan, proses produksi menjadi lebih higienis dan aman. Para pelaku IKM seperti Nur Hadi kini lebih percaya diri saat mengajukan sertifikasi produk atau ketika dikunjungi pembeli besar.
Selain manfaat bagi pelaku usaha, penggunaan produk keramik lokal dari PT Arwana Citramulia juga mendukung program Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
Bagi pemerintah daerah, program ini menjadi dorongan nyata untuk meningkatkan kualitas IKM lokal, sehingga mampu bersaing di pasar modern dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Kesimpulan
Program Dapur Bersih bukan sekadar bantuan fisik berupa keramik. Lebih dari itu, program ini memberikan semangat baru bagi IKM untuk tumbuh lebih profesional, bersih, dan berdaya saing.
Dari kisah sederhana Nur Hadi di dapur tahu miliknya, kita belajar bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil — dari lantai yang bersih, ke produk yang lebih bermutu, hingga IKM yang siap menembus pasar nasional.
Tagar: #SobatIndustri #DapurBersih #IKMNaikKelas #Kemenperin #BanggaBuatanIndonesia #JembranaJika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau butuh bantuan terkait perizinan di bidang perindustrian, silakan hubungi saya, Penyuluh Perindustrian, melalui Telegram: https://t.me/oki279.


0 Komentar
"Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan Anda di sini, Sobat Industri akan senang menjawab.”